Pemerintah Desak Orang Kota Hanya Beli Pertamax

Pemerintah Desak Orang Kota Hanya Beli Pertamax

- detikFinance
Jumat, 11 Nov 2011 15:18 WIB
Pemerintah Desak Orang Kota Hanya Beli Pertamax
Jakarta - Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo meminta warga yang tinggal di kota-kota besar harus memakai Pertamax atau BBM non subsidi. Hal ini dilakukan agar BBM bersubsidi dapat ditahan dan diperuntukkan bagi yang semestinya mendapatkan.

"Garis besarnya begini, saya akan bikin kendaraan pribadi di Jakarta dan kota-kota lain harus memakai Pertamax. Kalau kota kecil silahkan (pakai BBM Bersubsidi), namanya juga kota kecil," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/11/2011).

Menurutnya di kota besar tersebut jelas harus dibuat transportasi umum yang memanfaatkan gas. Transportasi massal itu harus dibuat nyaman. Semua jenis transportasi umum seperti busway, kereta api, bus seperti transJakarta harus diperbanyak dan menggunakan AC agar nyaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang pasti akan berpindah ke kendaraan umum jika mereka tidak kuat bayar Pertamax. Transportasi umum juga harus memakai gas," lanjutnya.

Dirinya menambahkan, jika masih ada warga yang ingin membeli Premium (BBM Bersubsidi) diperbolehkan. Namun harus membelinya di kota kecil. Walau jumlah Premiumnya juga akan dibatasi. Kemudian, beberapa SPBU yang ada harus diubah infrastrukturnya dengan memperbanyak Pertamax.

"Ini juga tidak perlu ada sanksi , orang susah payah mendapatkan Premium ke luar kota. Akibatnya orang tidak pergi ke luar kota, tapi pindah naik busway, dulu waktu harga Premium masih Rp 6.000 per liter orang sudah naik busway. Ketika diturunkan menjadi Rp 4.500 orang naik mobil pribadi sendiri, wong murah," tegas Widjajono.

Dengan meningkatkan fasilitas terhadap transportasi umum, maka masyarakat diyakini akan secara maksimal memanfaatkan itu. "Di Jogja, orang-orang sudah naik TransJogja, saya juga ke airport naik TransJogja," lanjutnya.

"Di Singapura, orang tidak berpikir untuk naik mobil (pribadi)," singkatnya.

(nrs/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads