PLN Dapat Tambahan Gas 60 BBTUD di November 2011

PLN Dapat Tambahan Gas 60 BBTUD di November 2011

- detikFinance
Sabtu, 12 Nov 2011 13:40 WIB
PLN Dapat Tambahan Gas 60 BBTUD di November 2011
Jakarta - Setelah disetujuinya kesepakatan swap gas kepada PLN sebanyak 40 BBTUD dari lapangan gas Gajah Baru (dikelola Premier) di Sumatera beberapa waktu lalu. PLN dipastikan akan mendapatkan tambahan pasokan gas lagi lapangan Jambi Merang di Sumatera sebanyak 20 bbtud. Sehingga akhir November 2011 ini dipastikan PLN mendapatkan total pasokan gas 60 bbtud yang dipasok untuk PLTGU Muara Tawar.

Demikian disampaikan Rudi Rubiandini, selaku Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) yang dihubungi sejumlah wartawan, Jumat malam (11/11/2011).

"Gas dari Jambi Merang mulai mengalir minggu depan. Karena dilihat dari kesiapan administrasi, gas dari lapangan tersebut sudah siap ketimbang gas dari Gajah Baru," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rudi melanjutkan, gas dari lapangan Gajah Baru akan dialirkan ke PLTGU Muara Tawar pada akhir November dengan jumlah gas langsung sebanyak 40 bbtud. "Ini karena kesiapan teknisnya masih belum selesai, masih diproses," ungkap Rudi.

"Tapi, gas dari lapangan Jambi Merang ini tidak bisa dialirkan langsung sebanyak 65 bbtud (rencananya dipasok sebanyak 65 bbtud), tapi bertahap dulu, dari 20 mmscfd, 40 mmscfd, baru 65 mmscfd. Itu kira-kira di pertengahan Desember 2011," terangnya.

Sehingga diperkirakan akhir tahun nanti, gas sebanyak 105 mmscfd sudah bisa mengalir ke PLTGU Muara Tawar. Hal ini jelas bisa menghemat anggaran bagi PLN. Karena bahan bakar gas untuk pembangkit listrik lebih murah ketimbang harus memakai BBM.

"Pada prinsipnya ini kan untuk mengurangi subsidi 2012, semoga target itu tercapai, agar BPP listrik PLN juga turun," harap Rudi.

Seperti diketahui, pihak PLN sejauh ini dirasa memang masih membutuhkan pasokan gas untuk bahan bakar bagi pembangkit listriknya. Akibatnya dibutuhkan dana hingga Triliunan Rupiah untuk menggunakan bahan bakar minyak bagi kebutuhan pembangkit listrik yang ada.

Namun, sebelumnya memang ada kesepakatan swap gas (pertukaran) antara Indonesia dan Singapura. Sempat dijelaskan sebelumnya, terdapat kontrak gas dari Sumatera di lapangan Gajah Baru yang dikelola Premier sebanyak 100 mmcfd ke Singapura. Namun pihak Premier sendiri harus memproduksi lapangan yang dikelolanya sebanyak 140 mmcfd agar lebih ekonomis. Mengingat lapangan yang dikelolanya memproduksi gas sebesar itu.

Maka itu, sebanyak 40 mmscfd disepakati untuk dipasok ke dalam negeri bagi PLN di wilayah Batam. Namun karena infrastruktur PLN untuk menyerap gas tersebut tidak memadai, gas 40 mmscfd yang tersisa dihasilkan Premier di Gajah Baru terpaksa ditahan.

Gas sebanyak 140 mmcfd dari Gajah Baru tetap dipasok ke Singapura seluruhnya. Sedangkan ada lapangan gas yang berlokasi di Sumatera dan dikelola ConocoPhilips memiliki kontrak ekspor gas kepada Singapura berkisar 300 mmscfd.

Sehingga, melalui proses swap gas, gas yang diekspor ConocoPhilips ke Singapura dipotong 40 mmscfd dan itulah yang dipasok ke PLN ke Jawa Barat, untuk PLTU Muara Tawar.

Namun ada lagi pasokan gas yang bertukar dengan blok yang dikelola ConocoPhillips, yakni Gas Jambi Merang yang dioperasikan oint Operating Body PT Pertamina Hulu Energi-Talisman. Gas tersebut dialirkan kepada konsumen ConocoPhillips, yakni PT Chevron Pacific Indonesia.

Dari situ, ada gas yang dimiliki ConocoPhillips juga akan direncanakan dipasok ke PLN mencapai 65 bbtud.

(nrs/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads