"Kebijakan energi pro rakyat itu adalah energi yang murah. Tapi kita juga harus mengurangi subsidi energi bagi yang mampu. BBM subsidi harusnya tepat sasaran. BBM itu kan disubsidi Rp200 triliun jika dikurangi atau dihentikan, uang itu bisa dipakai untuk pembangunan," katanya acara diskusi, Jakarta, Senin (14/11/2011).
Dirinya melanjutkan, dengan menekan subsidi energi kepada masyarakat yang mampu. Maka bisa dihasilkan penghematan anggaran yang bisa dioptimalkan untuk pembangunan sektor lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menilai, hal ini bisa dilakukan dengan cara tidak selalu menaikkan harga, tapi bisa dengan mendiversifikasi energi. "Kita bisa melakukan ini seperti waktu melakukan diversifikasi minyak tanah ke gas. Kalau untuk BBM kita bisa pindah ke gas juga," timpalnya.
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya beberapa waktu lalu, bahwa harga gas lebih murah ketimbang harga BBM. Jika gas sudah digalakkan maka dengan sendirinya penggunaan BBM berkurang dan subsidi menurun. Maka, subsidi bagi rakyat kurang mampu bisa difokuskan.
(nrs/ang)











































