Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo ketika ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
"Kalau kontrak sudah expired jadi kita kembangkan sendiri, kita menjalankan itu tapi nggak harus 100% modal kita. Mayoritas punya kita dan yang mengerjakan kita. Makanya bikin orang Indonesia pintar semua," jelas Widjajono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian juga untuk sumur migas baru, Widjajono ingin agar sumur-sumur baru ini ditawarkan pertama kali ke Pertamina. Apabila Pertamina tidak sanggup, maka bisa diserahkan ke investor namun diusahakan investor lokal jadi prioritas.
"Kalau mereka (Pertamina) nggak punya modal ya jangan dikerjakan, kita berikan ke Medco, nasional dulu, abis itu perusahaan daerah. Jadi nggak otomatis Pertamina. itu yang namanya keberpihakan nasional itu. Lalu juga meningkatkan recovery di lapangan yang sudah ada, lapangan yang udah expired diberikan nasional dan kerjasama dengan ITB, jadi penelitian di Indonesia jalan," tukas Guru Besar ITB ini.
(dnl/hen)











































