Demikian hal tersebut disampaikan Pri Agung Rakhmanto, selaku Direktur Eksekutif ReforMiner Indonesia kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (16/11/2011).
"Dengan pola konsumsi saat ini, kemungkinan volume konsumsi BBM Bersubsidi hingga akhir tahun mencapai 40,8 juta KL atau mendekati 41 juta KL," tanggapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bisa lebih karena dalam volume kondisi saat ini bukan merupakan murni volume konsumsi yang direalisasi sepenuhnya. Tapi juga ada penyalahgunaan yang sulit dikontrol karenba disparitas harga yang lebar (antara yang disubsidi dan non-subsidi)," kata Pri Agung.
"Jebolnya BBM bersubsidi sudah lama kan? Makanya ditambah kuotanya lagi melalui APBN-P 2011," tambahnya.
Seperti diketahui, realisasi BBM bersubsidi per Oktober 2011 lalu sudah mencapai 34 juta KL. Angka tersebut dikhawatirkan dapat melebihi angka yang ditetapkan dalam APBN-P 2011 sebesar 40,5 juta KL.
Sebelumnya, pada awal tahun ditetapkan volume BBM bersubsidi sebesar 38,5 juta KL. Namun dalam pembahasan APBN-P 2011 ditambah menjadi 40,5 juta KL.
(nrs/ang)











































