Bensin Premium Naik Rp 1000/Liter Cuma Pepesan Kosong

Bensin Premium Naik Rp 1000/Liter Cuma Pepesan Kosong

- detikFinance
Kamis, 17 Nov 2011 10:55 WIB
Bensin Premium Naik Rp 1000/Liter Cuma Pepesan Kosong
Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menunjukkan sinyal-sinyal tertentu untuk menyikapi masih borosnya konsumsi BBM Bersubsidi di masyarakat. Termasuk usulan Wakil Menteri ESDM soal kenaikan bensin premium Rp 1000/liter hanyalah pepesan kosong belaka.

"Pepesan kosong lah dalam masalah BBM (bahan bakar minyak) ini. Menaikkan harga tidak, melakukan pembatasan tidak, menggalakkan energi alternatif juga tidak," kata Direktur Eksekutif ReforMiner Indonesia, Pri Agung kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (17/11/2011).

Hal ini menanggapi pernyataan Menteri ESDM Jero Wacik yang mengatakan bahwa tidak ada kenaikan harga BBM Bersubsidi sampai akhir tahun ini. Padahal cara tersebut merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menekan konsumsi BBM Bersubsidi yang Oktober 2011 ini sudah mencapai 34 juta KL (kilo liter) dari kuota APBN-P 2011 sebesar 40,5 juta KL.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum adanya langkah-langkah konkret dari pemerintah, dikhawatirkan terancam bobol dari kuota yang ada, karena pemerintah belum melakukan tindakan khusus untuk penyelamatan BBM Bersubsidi yang diakui masih jauh dari tepat sasaran.

"Dari angka-angka asumsi makro di APBN 2012 (BBM Bersubsidi ditetapkan sebesar 40 juta KL, dan sebanyak 2,5 juta KL ditahan). Kalau kemarin-kemarin ada wacana harga BBM mau naik Rp 1.000/liter, atau Pajero pakai Pertamax, itu kan hanya pendapat pribadi Wamen ESDM saja," ungkap Pri Agung.

Usulan Wamen ESDM, Widjajono Partowidagdo ini pun belum dibicarakan secara resmi di internal Kementerian ESDM maupun dikongkritkan ke dalam rencana aksi yang sesuai prosedur dan birokrasinya.

"Kajian seperti pembahasan terhadap mobil Avanza atau Pajero yang boleh dan tidak boleh memakai Premium saya yakin juga belum diajukan ada. Walaupun sudah ada, di DPR juga belum tentu disetujui, apalagi kalau masih wacana, ya memang masih jauh lah," ujarnya.

(nrs/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads