Demikian disampaikan Direktur Pengadaan Strategis PLN Bagyo Riawan yang ditemui dalam acara Simposium Pembangkit Listrik di gedung MNC Tower, Jakarta, Kamis (17/11/2011).
"Mungkin baru 30% kalau di pemerintah daerah dan itu tersebar. Ada di Sumatera, ada di Jawa, di Nusa Tenggara juga," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang sudah siap terutama PGE dan PLN, kita perjanjian jual belinya sudah selesai tinggal pendanaannya di November 2011 ini. Itu ada sekitar 2.000 MW yang sudah mulai untuk dikembangkan pembangkitnya," jelas Bagyo.
Katanya, sebagian besar pengembang listrik swasta (IPP/Independent Power Producer) di program pembangkit listrik tahap II 10.000 MW kemampuan lelangnya ada di tangan pemerintah daerah bukan di PLN. Jadi kini, semua pengembangan panas bumi langsung diurusi pihak daerah.
Seperti diketahui, porsi pembangkit listrik dari panas bumi untuk program pembangkit tahap II 10.000 MW adalah 3.967 MW, sedangkan untuk PLTA sebesar 1.200 MW, sisanya diambil melalui pengembangan PLTU dan PLTG.
(nrs/dnl)











































