Siapkan Rp 8,5 Triliun, Jepang Incar Bisnis Listrik Matahari di RI

Siapkan Rp 8,5 Triliun, Jepang Incar Bisnis Listrik Matahari di RI

- detikFinance
Sabtu, 19 Nov 2011 16:36 WIB
Siapkan Rp 8,5 Triliun, Jepang Incar Bisnis Listrik Matahari di RI
Nusa Dua - Investor asal Jepang Sharp berkomitmen untuk berinvestasi mengembangkan listrik tenaga surya di Indonesia. Dana yang akan disiapkan adalah US$ 1 miliar atau sekitar Rp 8,5 triliun.

Demikian disampaikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik saat ditemui di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Sabtu (19/11/2011).

"Mereka (Sharp) akan jajaki mana lokasi yang tepat. Dirjen saya sudah ke Jepang untuk ketemu Sharp, ada contoh proyeknya di Thailand seluas 160 ha dipasangi panel surya. Hasilnya listrik 73 MW (megawatt) dengan harga US$ 23 sen per kwh," jelas Jero.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, listrik tenaga surya ini biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik berbahan bakar BBM. "Setelah masa depresiasinya selesai, nilainya menjadi US$ 3-5 sen per kwh," imbuhnya.

"Indonesia punya lahan yang luas dan dianugrahi matahari yang luar biasa melimpah. Bila tak dimanfaatkan, kita keliru," kata Jero.

Investasi Jepang ini merupakan investasi baru. Jero mengatakan sudah bertemu dengan bos Sharp.

"Semula mereka nggak yakin kita serius, tapi setelah ketemu komitmen kita clear. Kerjasama ini logis dan serius, jadi kita akan terus kejar," tukasnya.

(lh/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads