Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengatakan, saat ini perseroan sudah menandatangani perjanjian atau Mou dengan Pupuk Sriwijaya (Pusri) untuk pendirian pembangkit listrik swasta (IPP/Independent Power Producer) berkapasitas 3x25 megawatt (MW) dengan nilai proyek Rp 1,2 triliun.
"Untuk proyek ini dananya masih tergantung dari hasil rights issue," jelas Kiswo saat ditemui di kantornya, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (21/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Kaltim kami minoritas, tergantung duitnya," jelas Kiswo.
Dalam proyek pembangkit listrik di Kaltim, perseroan masuk dalam konsorsium 4 perusahaan. Di dalam konsorsium tersebut ada pihak asing dari Jepang.
Seperti diketahui, Adhi Karya menargetkan rights issue pada semester II-2012.
Ada tiga sasaran penggunaan dana hasil rights issue perseroan. Satu untuk properti, penambahan modal kontraktor, dan tiga untuk proyek infrastruktur.
"Kita infrastruktur sudah support tol di Jasa Marga, tol Bali, tol dalam kota 6 ruas, nanti tol Gempol dan Pasuruan dan sisanya untuk IPP kerjasama dengan Pusri," tukas Kiswo.
(dnl/hen)











































