RI Baru Bisa Produksi Minyak 1 Juta Barel di 2014

RI Baru Bisa Produksi Minyak 1 Juta Barel di 2014

- detikFinance
Senin, 21 Nov 2011 14:08 WIB
RI Baru Bisa Produksi Minyak 1 Juta Barel di 2014
Jakarta - Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) memperkirakan target produksi minyak pada tahun depan sebesar 930 ribu barel/hari. Kemudian secara perlahan-lahan produksi itu meningkat diatas 1 juta barel/hari di 2014.

Deputi Operasi BP Migas Rudi Rubiandini menyatakan tahun 2012 mendatang merupakan titik awal bagi produksi minyak Indonesia. Menurutnya, setiap tahun produksi minyak selalu menurun, tetapi pada tahun depan, produksi minyak mulai naik.

"Mungkin 930 ribu barel per hari (2012), oke tahun depannya lagi 950 barel per hari. Tahun lusa baru 1 juta tahun 2014. Kalau tercapai sejutanya itu kira-kira di bulan 7 atw 8. Jadi di akhir tahun 2014 bisa mencapai 1 juta 30 tapi rata-ratanya 1 juta 10 lah," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (21/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perkiraan produksi 930 ribu barel per hari masih di bawah target lifting minyak tahun depan sebesar 950 ribu barel per hari, tetapi dia yakin tren produksi minyak akan terus naik.

Untuk tahun ini, Rudi menyatakan produksi minyak sekitar 905 ribu barel per hari. Pada tahun depan, produksi minyak berasal dari beberapa ladang yang mulai dibersihkan pada tahun ini.

"Yang Jawa Timur, TSD, kemudian Total itu semua sedang bersih-bersih. Tahun ini jadi 904-905 ribu deh, nanti mulai lagi tahun 2012, Jawa timur yang Sukowati dan sebagainya itu 1500. Pepatahan 2500. Kemudian yang kecil-kecil dikumpul-kumpul 930 tercapai," ujarnya.

Sementara untuk produksi gas, Rudi memperkirakan terjadi penambahan 100-200 MMSCFD untuk tahun depan. Sedangkan produksi gas tahun ini diperkirakan 8000 MMSCFD.

"Posisi saat ini sekitar 7759. Tahun depan kalau gas sangat cerah tapi minyak sangat jenuh. Gas itu nambahnya dari tahun ini ke tahun depan 100-200 MMSCFD. Kalau tahun ini mungkin bisa mencapai 8 ribu," pungkasnya.


(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads