Dua pejabat pemerintah ini diminta memperdalam permasalahan yang ada. Jero dan wakilnya dinilai terlalu mudah memberikan pernyataan kepada publik.
Anggota Komisi VII dari Fraksi PDI-P Bambang Wuryanto meminta kepada Jero Wacik agar tidak terlalu cepat dalam mengambil keputusan. Pasalnya, dalam keputusan yang diambil perlu juga disertai dengan unsur kehati-hatian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara itu, Widjajono Partowidagd ikut kena sindir DPR. Guru besar ITB tersebut dikritik terkait pernyataannya menanggapi pengembangan energi nuklir beberapa waktu lalu.
"Bapak Wamen (wakil menteri) jangan langsung bikin pernyataan Indonesia tidak mampu mengembangkan nuklir," tegasnya.
Masalah pernyataan-pernyataan di media ini juga menjadi perhatian anggota komisi VII lain. Misalnya Agus Sulistiyono dari PKB, dia meminta agar pernyataan wamen ESDM perlu sinergi dengan pernyataan Jero Wacik.
"Jadi Bapak Wamen jangan mengemukaan pernyataan yang tidak selaras dengan kebijakan Pak Menteri apalagi yang membahas APBN," ujarnya.
Bukan itu saja, selain kena sindiran, gerak-gerik Widjajono pun mendapat singgungan dari para anggota DPR RI. Saat rapat, Widjajono mendengarkan sambil menutup mata dan duduk sambil menyandar di kursi.
"Sopan santun dan tindak tanduk perlu diperhatikan. Pasti Bapak tidak akan melakukan hal tersebut kalau sedang rapat dengan Presiden," ujar Agus.
Sebagai bentuk pembelaan, Widjajono menyatakan dirinya biasa menutup mata jika sedang mendengarkan dengan serius. "Saya kalau serius mendengarakan memang begini," bela Widjajono.
Atas ketidaknyamanan perilaku tersebut, Bambang meminta agar kedua orang pemimpin Kementerian ESDM tersebut tidak ikut sidang selama 2 kali masa sidang. "Jadi lebih baik 2 kali masa sidang untuk mendalami diri, agar match dengan kita," pungkas Bambang.
(nia/hen)











































