Berpengalaman di Elpiji 3 Kg, Pertamina Kini Incar BBG

Berpengalaman di Elpiji 3 Kg, Pertamina Kini Incar BBG

- detikFinance
Rabu, 23 Nov 2011 15:17 WIB
Berpengalaman di Elpiji 3 Kg, Pertamina Kini Incar BBG
Jakarta - Perusahaan migas plat merah PT Pertamina (Persero) ingin menjadi penyelenggara program bahan bakar gas (BBG). Pertamina siap untuk melebarkan distribusi BBG sebagai pengganti BBM.

Hal ini disampaikan oleh Vice Presiden Corporate Communication Pertamina M. Harun kepada detikFinance, Rabu (23/11/2011).

"Kami sebetulnya memberikan solusi untuk pengurangan penggunaan BBM dan mengurangi konsumsinya lewat gas. Kalau seandainya Pertamina ditunjuk untuk pemanfaatan gas, kami siap, kami punya succes story di elpiji 3 kg," jelas Harun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Harun, Pertamina siap mendukung program BBG karena perseroan saat ini memproduksi gas dan juga mempunyai fasilitas transportasi gas di dalam negeri.

"Belum lagi di Februari 2012 terminal floating storage gas kami di Teluk Jakarta sudah siap beroperasi. Jadi ini semua yang kita tawarkan kalau memang kami ditunjuk sebagai leader BBG," kata Harun.

Dia mengatakan, selama ini tidak banyak investor yang berminat untuk mengembangkan BBG di Indonesia karena programnya belum jelas dan tidak ada pemimpinnya.

Selain itu, agar BBG ini menarik, pemerintah perlu mengarahkan harga gas sesuai harga keekonomiannya. Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo pernah mengatakan harga BBG ditetapkan Rp 4.100/lsp atau masih lebih murah dari harga BBM subsidi Rp 4.500/liter. Saat ini harga BBG masih ditetapkan Rp 3.100/lsp

Menurut Harun program BBG ini bisa berhasil apabila ada dukungan dari pemerintah, seperti subsidi pengadaan converter kit buat kendaraan pribadi.

"Kalau pemerintah memberikan dorongan kepada masyarakat untuk menggunakan BBG seperti pemberian insentif converter kit, saya rasa BBG ini bakal berhasil. Apalagi ini bisa membantu pemerintah menekan angka subsidi BBM," tukas Harun.

ReforMiner Institute pernah mengatakan, penggunaan gas untuk kendaraan bermotor bisa menghemat anggaran pemerintah hingga Rp 142,8 triliun. Pemerintah bisa berhemat dengan konversi BBM bersubsidi ke gas, ketimbang harus menggelontorkan dana untuk BBM bersubsidi hingga Rp 235,75 triliun.


(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads