Tak Berani Naikkan Harga BBM, Pemerintah Genjot BBG

Tak Berani Naikkan Harga BBM, Pemerintah Genjot BBG

- detikFinance
Kamis, 24 Nov 2011 15:37 WIB
Tak Berani Naikkan Harga BBM, Pemerintah Genjot BBG
Jakarta - Pemerintah belum berani menaikkan harga BBM tahun depan. Untuk menekan subsidi, tahun depan pemerintah mulai melakukan gerakan konversi BBM ke BBG.

Tapi Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengatakan, gembar gembor BBG belum didukung oleh regulasi yang pasti, sehingga investasi BBG belum deras.

"Dulu ada rencana pengalihan tersebut, SPBG mau dibangun tapi ternyata terjadi, ini kan investor tidak fair membuat ketidakpastian, ini perlu kepastian, untuk investor, kalau tidak kan susah karena infrastruktur tidak ditanggung pemerintah. Jadi perlu kejelasan regulasi," ujar Satya pada Seminar Indonesia Natural Gas Trader Association (INGTA) di Ballroom Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (24/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Satya, pengalihan dari BBM ke BBG ini dapat mengurangi subsidi, tetapi pembahasan pengurangan subsidi ini bukanlah pembicaraan untuk 2-3 tahun mendatang, melainkan perlu diupayakan saat ini juga. Untuk itu, dibutuhkan pernyataan yang tegas dari pemerintah soal kepastian kebijakan tersebut.

"Strategi bagaimana mengurangi subsdidi BBM dengan pengalihan ke BBG ini jadi opsi yang valid, permasalahannya kalau subsidi tidak bisa bicara 2 tahun lagi tapi besok. Tapi tidak pernah ada pernyataan pemerintah untuk gunakan BBG ini, tahun berapa, kapan, supaya investor mulai menanamkan investasinya," tegasnya.

Satya menyatakan untuk implemantasi kebijakan pengalihan tersebut diperkirakan membutuhkan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) sekitar 2-3 SPBG antar ibukota provinsi.

"SPBG yang dibutuhkan banyak sekali, jadi jarak antar ibukota provinsi ini punya 2-3 SPBG karena kan kasihan kalau truk harus isi gas tapi tempatnya jaraknya jauh," ujarnya.

Di tempat yang sama, Dirjen Migas Evita Legowo menyatakan saat ini pihaknya terus membangun SPBG, seperti di Jakarta, Bali, Surabaya, Jambi, dan Palembang. Hal tersebut merupakan persiapan pelaksanaan kebijakan pengalihan BBM ke BBG.

"Kalau untuk itu, sekarang ini pemerintah 2011 telah bangun BBG di Palembang. Tahun 2012 akan di bangun di Jakarta, Bali, Surabaya, Jambi, banyak kok. Kira-kira per kota ada 3, di Palembang ada 4," jelasnya.

Kebijakan tersebut, lanjut Evita, guna bisa mengurangi subsidi BBM. Sementara untuk opsi kenaikan harga BBM untuk mengurangi subsidi tersebut, Evita mengaku tidak akan melakukan opsi tersebut pada tahun depan. Opsi yang dilakukan pada tahun depan, lanjutnya adalah pengaturan penggunaan BBM bersubsidi saja.

"Kalau 2012 kemungkinan naik BBM kelihatannya enggak ada. Kemungkinan besar enggak. Wamen (ESDM) mengusulkan, kita akan lihat dulu. Tapi sementara ini opsi kenaikan tidak ada. Opsi yang disiapkan pengaturan BBM saja," pungkasnya.

Harga BBG memang lebih murah ketimbang BBM subsidi sekalipun. Karena itu penggunaan BBG bisa menghemat subsidi. Pemerintah berencana menaikkan harga BBG Rp 4.100/lsp, berarti lebih murah dari BBM subsidi Rp 4.500/liter.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads