Demikian disampaikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (24/11/2011).
"Nanti masih dikaji. BBM itu menyangkut sosial politik makanya tidak bisa ambil keputusan sendiri. Bu Evita (Dirjen Migas) dan Wamen (wakil menteri ESDM) hitung-hitung, setelah ada pikirannya disampaikan ke DPR. Jadi ini bukan soal berani atau tidak berani," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pejabat publik, kalau kemungkinan (harga) BBM naik, seandainya ada pun saya tidak bisa sembarangan, nanti heboh. Ini untuk negeri kita," tukasnya.
Dirjen Migas Evita Legowo sebelumnya mengatakan tipis sekali kemungkinan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi tahun depan. Karena itu pemerintah merencanakan untuk menggenjot penggunaan BBG.
Deputi Bidang Pengendalian Keuangan BP Migas Akhmad Syakhroza mengatakan, tahun depan BP Migas bakal meminta mobil dinas pemerintah untuk beralih dari BBM ke bahan bakar gas (BBG).
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengusulkan harga BBM bersubsidi jenis Premium dinaikkan Rp 1.000/liter menjadi Rp 5.500/liter bagi orang yang mampu namun tidak mau membeli Pertamax.
(dnl/hen)











































