"Dari proyek ini, sejak Februari 2011 lalu, WIKA mencatatkan Nilai Kontrak sebesar US$ 19,2 juta untuk pekerjan sipil dan storage tank. Sementara ada beberapa pekerjaan tambahan sehingga rata-rata nilai kontrak proyek ini mencapai US$ 20 juta," kata Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan dalam siaran persnya Minggu (27/11/2011).
Ia menambahkan, sepanjang tahun ini WIKA berhasil memperoleh kontrak baru senilai Rp 10,9 triliun atau 197,6% dari realisasi tahun lalu pada bulan yang sama dan merupakan 89,20% dari target Kontrak Baru 2011. Sementara pada Oktober 2011 Kontrak Baru WIKA naik senilai Rp 1,55 triliun dari bulan September 2011 senilai Rp 9,42 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencapaian tersebut diperoleh dari beberapa proyek baru 2011 terutama dari sektor infrastruktur sipil dan sektor energi. Beberapa proyek konstruksi sipil yang diperoleh diantaranya adalah Proyek Jalan Hauling PT Gunung Bara Utama Kutai Barat senilai Rp 311,7 miliar, Jembatan Tayan Kalimantan Barat senilai Rp 740 miliar (JO dengan Kontraktor Cina), normalisasi Teluk Lamong senilai Rp 420 miliar, Normalisasi Sungai Citarum senilai Rp 234 miliar, Normalisasi Kali Pesanggerahan Paket 2 senilai Rp 281,8 miliar dan Jalan Akses Gunung Putri senilai Rp 118,2 miliar.
Sedangkan proyek bangunan gedung diantaranya Pembangunan Kompleks Pasca Sarjana UNJ senilai Rp 30,75 miliar dan Proyek Kantor BI Solo senilai Rp 35,05 miliar, serta bisnis unit industrial plant salah satu proyeknya adalah proyek pembangunan LPG Terminal Makasar senilai Rp 221 miliar dan pembangunan pipa minyak mentah Tampino-Plaju senilai Rp 134,56 miliar yang diperoleh bulan September 2011.
Sementara untuk sektor energi untuk bulan Oktober 2011 diperoleh proyek pekerjaan engineering, procurement, construction (EPC) PLTMG Rengat 20MW senilai Rp 145,50 milyar dan pekerjaan operation dan maintenance senilai Rp 293,75 miliar.
(nia/dru)











































