Kenaikan harga ini terjadi mengikuti kenaikan harga minyak internasional sebagai akibat dari meningkatnya permintaan akibat musim dingin di beberapa belahan bumi.
Demikian pengumuman dari Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Jumat (2/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara harga Minas/SLC di November mencapai US$ 116,04 per barel, naik US$ 5,53 per barel dari US$ 110,51 per barel pada bulan sebelumnya,
Selain itu, suplai minyak mentah global yang terus tertekan juga menjadi penyebab naiknya harga minyak. Suplai tertekan akibat tidak optimalnya produksi non OPEC sehingga mengarah pada penurunan stok minyak mentah global dan kekahawatiran pelaku pasar akan turunnya pasokan dari kawasan Timur tengah akibat isu program nuklir Iran dan pergolakan politik di Mesir dan Syria.
Faktor lainnya adalah semakin membaiknya ekonomi AS, diindikasikan dari menurunnya pengangguran dan meningkatnya konsumsi serta meredanya kekhawatiran pasar atas krisis finansial Zona Eropa setelah upaya penurunan suku bunga oleh Bank Central Eropa.
Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga ditopang oleh meningkatnya permintaan minyak mentah oleh kilang-kilang Asia (terutama China dan India) setelah berakhirnya periode pemeliharaan berkala selama musim gugur dan meningkatnya konsumsi minyak jenis direct burning di Jepang saat memasuki musim dingin, terutama akibat belum beroperasinya sejumlah PLTN pasca gempa bumi.
(dnl/ang)











































