RI Impor Minyak Dkk US$ 33,6 Miliar

- detikFinance
Sabtu, 03 Des 2011 16:43 WIB
Jakarta - Tingkat produksi minyak Indonesia di tahun ini terus menurun. Dari target sekitar 930 ribu barel per hari (bph), realisasi baru sekitar 904 ribu bph. Ini membuat impor migas meningkat.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Sabtu (3/12/2011), selama Januari-Oktober 2011 Indonesia nilai produk migas mencapai US$ 33,604 miliar, naik drastis 53,99% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 21,822 miliar.

Impor migas ini terdiri dari impor minyak mentah yang nilainya pada periode Januari-Oktober 2011 mencapai US$ 8,866 miliar atau naik 39,3% dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 6,36 miliar. Kemudian impor hasil minyak yang biasanya BBM ini juga naik 58,33% di Januari-Oktober 2011 menjadi US$ 23,57 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 14,886 miliar.

Sementara impor gas pada periode Januari-Oktober 2011 mencapai US$ 1,16 miliar atau naik 104,47% dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 570,9 juta.

Dalam data tersebut tidak disebutkan dari negara mana saja Indonesia mengimpor produk migas tersebut.

BPS mencatat, selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada April 2011 dengan nilai mencapai US$3 .954,0 juta dan terendah terjadi pada Oktober 2010, yaitu sebesar US$ 2.384,4 juta.

Namun sepanjang Januari-Oktober 2011, Indonesia juga melakukan ekspor produk migas senilai US$ 34,303 miliar. Naik 56,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 21,963 miliar.

Jadi dalam perdagangan migas, Indonesia masih surplus sekitar US$ 700 juta. Harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia turun dari US$ 111 per barel di September 2011 menjadi US$ 109,25 per barel di Oktober 2011.

(dnl/dnl)

Tag Terpopuler