Menurut Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Hatta Rajasa, pemerintah tidak ingin gegabah dalam penyesuian harga BBM bersubsidi, meskipun Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo telah mengusulkan kenaikan tersebut.
"Kita belum bicara tentang hal itu. Saya katakan, kita memiliki roadmap itu. Tapi kalau kita berbincara itu, kita harus melihat dari seluruh aspek," kata Hatta di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (4/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juga tren kenaikan harga minyak dan juga kredibilitas dari fiskal kita. Saya tidak ingin mengatakan besok, lusa, bulan depan, atau tahun depan. Semua harus kita kaji," tegasnya.
Bos Kementerian ESDM, Jero Wacik bahkan menyerahkan analisa kenaikan BBM subsidi ke bawahannya, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo dan Wakil Menterinya, Widjajono.
"Bu Evita (Dirjen Migas) dan Wamen (Wakil Menteri ESDM) hitung-hitung. Setelah ada pikirannya, disampaikan ke DPR. Jadi ini bukan soal berani atau tidak berani," tutur Jero kala itu.
"Saya pejabat publik, kalau kemungkinan (harga) BBM naik, seandainya ada pun saya tidak bisa sembarangan, nanti heboh. Ini untuk negeri kita," sanggahnya.
(wep/wep)











































