Evita mengatakan tidak ada tugas khusus yang diberikan Presiden SBY terkait perpanjangan masa tugasnya tersebut.
"Tidak ada tugas khusus. Tetapi kita tahu tugas migas tahun depan banyak," kata Evita kepada detikFinance, Senin (5/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agenda tersebut antara lain adalah pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang rencananya bakal diimplementasikan lewat pelarangan pemakaian BBM subsidi bagi mobil plat hitam di Jawa-Bali.
Kemudian produksi minyak nasional juga masih turun. Dari target sekitar 930 ribu barel per hari, tahun ini kemungkinan hanya sekitar 904 ribu barel per hari.
Evita adalah kelahiran 3 November 1951 dan telah menjabat sebagai Dirjen Migas sejak 2008. Tahun ini Evita harusnya pensiun karena sudah menginjak usia 60 tahun.
Doktor lulusan Jerman yang sebelumnya Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang SDM dan Teknologi ini menggantikan posisi Luluk Sumiarso di Dirjen Migas.
Selain sebagai Dirjen Migas, Evita saat ini juga merangkap jabatan sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero).
(dnl/ang)











































