President and General Manager afiliasi ExxonMobil di Indonesia Terry S. McPhail menyatakan proyek Banyu Urip termasuk dalam kontrak untuk engineering, procurement, and construction (EPC) 5. Untuk perancangan dan pembangunan fasilitas infrastruktur kepada konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Hutama Karya.
Pekerjaan dalam kontrak EPC 5 adalah merancang dan membangun fasilitas infrastruktur yang diperlukan guna mendukung pengoperasian Fasilitas Proses Produksi (Production Processing Facilities). Kontrak ini mencakup pembangunan jalan raya permanen, jalan layang lintas rel kereta api, kompleks perumahan, gedung administrasi, dan gedung penyimpanan yang diperlukan untuk kegiatan operasi, fasilitas pengambilan dan penyaluran air Sungai Bengawan Solo melalui jalur pipa, serta waduk penampungan air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terry menyatakan pengembangan fasilitas produksi penuh ini direncanakan dapat memproduksi 165.000 barel minyak per hari. Fasilitas tersebut mencakup 49 sumur pada tiga anjungan sumur, sebuah fasilitas pengolahan pusat (Central Processing Facility/CPF), dan pipa sepanjang 95 kilometer untuk mengalirkan minyak ke fasilitas penyimpanan dan alir-muat terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) bermuatan maksimal 1,7 juta barel. Kapal tanker akan mengangkut minyak dari FSO tersebut ke pasar domestik dan dunia.
Dengan seluruh kontrak EPC yang ditargetkan akan selesai dalam 36 bulan, produksi penuh akan dapat dimulai tidak lama setelah itu, segera setelah mendapat persetujuan pihak regulator. Proyek ini berencana untuk memproduksi sekitar 450 juta barel minyak.
Pengembangan dan produksi Lapangan Banyu Urip ke depan akan membawa keuntungan berarti bagi Indonesia. Proses pengeboran, konstruksi, dan pembangunan dari fasilitas ini dapat dicapai dengan dukungan dari kalangan pemasok dalam negeri, termasuk perusahaan-perusahaan lokal.
"Ribuan tenaga kerja di Indonesia akan dipekerjakan oleh Mobil Cepu Ltd. beserta kontraktornya selama kurang-lebih tiga tahun masa pengembangan proyek ini," ujar Terry.
Proyek ini juga akan menyediakan kesempatan bagi para pekerja untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, yang dapat diterapkan pada pengembangan proyek serupa di masa depan, baik pada industri minyak dan gas maupun industri lainnya. Beberapa pelatihan saat ini terus berlangsung bagi pengembangan teknisi lokal yang akan berperan dalam operasional produksi nantinya.
Para mitra proyek Banyu Urip memprakarsai produksi awal di akhir 2008 dan mulai mengoperasikan fasilitas produksi awal (Early Production Facility) pada Agustus 2009. Fasilitas ini terbukti mampu memproduksi 20.000 barel minyak per hari dan terus beroperasi dengan baik-dengan penjualan per hari yang disesuaikan dengan kebutuhan pembeli.
Mobil Cepu Ltd. merupakan operator dari Blok Cepu. Mobil Cepu Ltd dan Ampolex (Cepu) PTE Ltd. Keduanya merupakan anak perusahaan dari Exxon Mobil Corporation-memegang 45% saham partisipasi dalam blok tersebut bersama dengan PT Pertamina EP Cepu yang juga memegang 45% saham partisipasi, serta BKS dengan 10% saham partisipasi.
(nia/dnl)