Kejar Minyak 1 Juta Barel, Jero Minta Proyek Cepu Dipercepat

Kejar Minyak 1 Juta Barel, Jero Minta Proyek Cepu Dipercepat

- detikFinance
Rabu, 07 Des 2011 20:29 WIB
Kejar Minyak 1 Juta Barel, Jero Minta Proyek Cepu Dipercepat
Jakarta - Menteri ESDM Jero Wacik meminta Mobil Cepu Ltd, perusahaan patungan ExxonMobil dan Pertamina EP untuk mempercepat proyek Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu Jawa Timur agar target produksi minyak 1 juta barel per hari bisa direalisasikan.

"Penyelesaian proyek ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 36 bulan, tetapi kami meminta semua pihak agar bekerja sama agar penyelesaiaan proyek ini bisa dipercepat," kata Jero dalam siaran pers, Rabu (7/12/2011).

Minyak dari Blok Cepu merupakan salah satu andalan pemerintah untuk peningkatan produksi minyak nasional. Percepatan proyek Lapangan Banyu Urip sejalan dengan perintah Presiden SBY agar ada langkah nyata dan aktif mengantisipasi terjadinya ketahanan energi dan pangan pada masa depan yang semakin kritis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah menargetkan produksi minyak bisa menjadi 1 juta barel per hari. Blok Cepu inilah yang diharapkan dapat membantu mencapai target tersebut," ujar Jero.

Jero telah melakukan peletakan batu pertama untuk proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) 1 proyek Banyu Urip. Peletakan batu pertama ini berhasil dipercepat seiring dengan beberapa progres signifikan yang telah dibuat.

BP Migas dan perusahaan kontaktor yang terlibat dalam pengembangan Lapangan Banyu Urip berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat penyelesaian proyek ini menjadi 30 bulan. Pengerjaan proyek ini sudah menunjukkan beberapa perkembangan yang signifikan. Saat ini, dua rig yang akan digunakan untuk proyek ini sedang dibangun di Batam.

Selain itu, kapal tanker yang nantinya akan digunakan sebagai Floating Storage and Offloading sudah dibeli dan sedang dipersiapkan di Karimun. Perkembangan tambahan lain adalah pemasangan lapisan pelindung luar untuk pipa onshore sedang dilakukan di Surabaya dan sudah hampir rampung.

Jero juga menyaksikan penandatanganan kontrak EPC 5 antara Mobil Cepu Ltd dengan konsorsium PT Rekayasa Industri dan PT Hutama Karya senilai US$ 95.6 juta. Kontrak pembangunan infrastruktur dan fasilitas injection system ini merupakan kontrak terakhir dalam proyek ini.

Mantan Menteri Budaya dan Pariwisata ini mengharapkan produksi perdana dari pengembangan penuh Lapangan Banyu Urip bisa dipercepat menjadi di Juli 2014 dengan estimasi produksi awal sekitar 90.000 barel per hari. Skala produksi penuh diharapkan bisa terwujud pada Oktober 2014 dengan tingkat produksi 165.000 barel per hari.
Seperti diketahui, saat ini realisasi produksi minyak rata-rata Indonesia adalah sekitar 904 ribu barel per hari. Jika ada tambahan sekitar 165 ribu barel per hari dari Blok Cepu, maka target 1 juta barel per hari bisa tercapai.
(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads