Bangun Kilang 'Dijegal', RI Harus Impor BBM 400.000 Barel/Hari

Bangun Kilang 'Dijegal', RI Harus Impor BBM 400.000 Barel/Hari

- detikFinance
Jumat, 09 Des 2011 13:03 WIB
Bangun Kilang Dijegal, RI Harus Impor BBM 400.000 Barel/Hari
Jakarta - Selama 10 tahun terakhir, Indonesia belum juga membangun kilang bahan bakar minyak (BBM) baru sehingga kapasitas kilang BBM tak bertambah. Ini membuat Indonesia harus mengimpor 300-400 ribu barel BBM setiap hari.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif ReforMiner Indonesia, Pri Agung kepada detikFinance, Jumat (9/12/2011).

"Mungkin saja (ada yang jegal pembangunan kilang), karena kenyataannya sudah lebih dari 10 tahun terakhir ini tidak ada penambahan kapasitas kilang BBM nasional, tetap di kisaran 1,05 juta bph (barel per hari). Padahal konsumsi BBM nasional sudah mencapai 1,4 juta bph. sehingga kita harus impor BBM rata-rata sekitar 300-400 ribu bph," tutur Pri Agung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Pri Agung, pembangunan kilang terakhir di Indonesia adalah Kilang Balongan sejak 1990-an lalu. Setelah itu tidak ada lagi pembangunan kilang di Indonesia. "Yang ada hanya penambahan kilang-kilang yang sudah ada," jelas Pri Agung.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengatakan pembangunan kilang-kilang minyak di Indonesia masih sangat minim. Diduga ada pihak-pihak yang menghambat rencana pembangunan kilang di Indonesia sehingga impor BBM terus jalan.

Seperti diketahui selama Januari-Oktober 2011 Indonesia nilai produk migas mencapai US$ 33,604 miliar, naik drastis 53,99% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 21,822 miliar.

Impor migas ini terdiri dari impor minyak mentah yang nilainya pada periode Januari-Oktober 2011 mencapai US$ 8,866 miliar atau naik 39,3% dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 6,36 miliar. Kemudian impor hasil minyak yang biasanya BBM ini juga naik 58,33% di Januari-Oktober 2011 menjadi US$ 23,57 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 14,886 miliar.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads