Direktur Eksekutif ReforMiner Indonesia, Pri Agung mengatakan sangat mungkin ada pihak yang 'menjegal' pembangunan kilang di Indonesia.
"Pihak-pihak yang menggagalkan (jika memang ada), mungkin termasuk yang selama ini dikatakan sebagai mafia minyak," jelas Pri Agung kepada detikFinance, Jumat (9/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu ketika hak angket BBM tahun 2008, kita berharapnya ini (mafia minyak) bisa terungkap. Tapi kan kita sama-sama tahu bahwa akhir/output dari hak angket BBM itu dalam kaitan dengan mafia minyak ini juga tidak jelas sampai sekarang," cetus Pri Agung.
Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengatakan pembangunan kilang-kilang minyak di Indonesia masih sangat minim. Diduga ada pihak-pihak yang menghambat rencana pembangunan kilang di Indonesia sehingga impor BBM terus jalan.
Selama Januari-Oktober 2011 Indonesia nilai produk migas mencapai US$ 33,604 miliar, naik drastis 53,99% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 21,822 miliar.
Impor migas ini terdiri dari impor minyak mentah yang nilainya pada periode Januari-Oktober 2011 mencapai US$ 8,866 miliar atau naik 39,3% dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 6,36 miliar. Kemudian impor hasil minyak yang biasanya BBM ini juga naik 58,33% di Januari-Oktober 2011 menjadi US$ 23,57 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 14,886 miliar.
Selama 10 tahun terakhir, Indonesia belum juga membangun kilang BBM baru sehingga kapasitas kilang BBM tak bertambah. Ini membuat Indonesia harus mengimpor 300-400 ribu barel BBM tiap hari.
Pembangunan kilang terakhir di Indonesia adalah Kilang Balongan sejak 1990-an lalu. Setelah itu tidak ada lagi pembangunan kilang di Indonesia.
(dnl/hen)











































