Demikian disampaikan oleh VP Corporate Communication Pertamina M. Harun di kantornya, Jakarta, Jumat (9/12/2011).
"Hingga kuartal ketiga Pertamina telah mengantongi pendapatan Rp 432,2 triliun. Produksi hulu selama periode 9 bulan pertama telah mencapai 123,5 juta barel setara minyak terdiri dari 52,4 juta barel minyak, gas sebesar 412 BSCF, dan panas bumi yang mencapai 11,8 juta ton," tutur Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yield produksi 10 produk BBM terhadap total intake kilang mencapai 76,6%," imbuh Harun. Dia mengatakan, dengan pencapaian tersebut, Pertamina optimistis memperoleh laba Rp 21 triliun di 2011 ini.
Dikatakan Harun, penjualan BBM aviasi (avtur) oleh Pertamina mencapai 2,7 juta kiloliter atau mencapai 112% dari target September 2011.
"Selain mendominasi pasar domesik, penjualan BBM aviasi Pertamina sudah menembus pasar Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur, Dubai, Jedah yang membuktikan kualitas produk pertamina tak kalah saing di pasar global," tukas Harun.
(dnl/ang)











































