VP Corporate Communication Pertamina M. Harun mengatakan sampai saat ini perusahaan migas plat merah tersebut masih mengincar minyak dan gas dari Angola.
"Saat ini realisasi investasi mencapai Rp 13 triliun atau 35% dari target investasi. Sebagian besar investasi di akhir tahun, banyak pencapaian kita titik beratkan di akhir tahun. Khususnya di hulu seperti upstream, merger dan akuisisi juga belum tercapai seperti Angola," kata Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Pertamina juga berencana untuk investasi di geothermal atau panas bumi namun masih terkendala masalah perizinan.
"Kalau proyek berjalan semua maka hingga kuartal empat kita bisa investasi Rp 37,7 triliun. Sebagian besar adalah merger dan akuisisi besar," tukas Harun.
(dnl/ang)











































