Kondisi kelangkaan BMM yang terjadi di Batam sudah sangat mengkhawatirkan. Sejumlah taksi di kawasan kota tersebut terlihat lebih banyak parkir. Para sopir taksi berfikir dua kali untuk mutar-mutar mencari sewa.
“Kita sekarang ini tidak berani spekulasi dari kawasan hotel atau ke mal. Takud kalau-kalau tidak ada sewa, kita juga tidak bisa mengisin BBM. Kondisi di Batam, ini sudah benar-benar kacau,” kata Ridwan seorang sopir taksi di Batam dalam perbincangan dengan detikFinance, Selasa (13/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sekarang ini demi menghemat BBM kita lebih banyak nongkrong di mal atau hotel saja. Lebih baik menunggu sewa yang pasti saja. Kalau kita keliling dari satu tempat ke tempat yang lain, bisa kehabisan BBM,” kata Anto Sirait sopir taksi lainnya.
Dengan minimnya stok BBM saat ini di Batam, sopir taksi mengaku pendapatkan mereka kini berkurang dibanding hari biasanya. “Kalau biasanya, kita habis ngantar sewa, masih berani mencari sewa lagi ke tempat yang lain. Sekarang habis ngantar sewa, kita nongkrong sampai ada sewa lagi di tempat yang kita antar tadi. Akhirnya pendapatan kita sekarang ini berkurang,” kata Anto.
Berkurang pendapatan mereka ini, juga diakibatkan ikutnya atrean berjam-jam lamanya di SPBU. Jika tidak ikut atrean, maka mobil taksi mereka tidak akan bisa bergerak.
“Bayangkan saja, untuk antre BBM saja kita bisa menunggu sampai 2 jam. Itu mending kalau masih ada stok BBM-nya. Kadang sudah ikut atrean 2 jam, tiba-tiba pengelola SPBU bilang, stok sudah habis,” kata Anto.
(cha/ang)











































