Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (13/12/2011).
"Penyebab ini (subsidi BBM) meningkat ini kan ICP (harga minyak Indonesia), terus pengendalian yang harusnya bisa dilakukan dengan lebih baik supaya jangan terjadi penggunaan yang tidak perlu bahkan ada penyelundupan. Kemarin malam Ditjen Bea Cukai tangkap 5.300 ton dua kapal membawa BBM untuk diselundupkan ke luar," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, BBM bersubsidi sudah ada pagunya 40,4 juta kilo liter terus itu dalam kenyataannya ternyata asumsi khususnya ICP beda dari asumsi, rata-rata jatuhnya di US$ 110-111 selama setahun," jelasnya.
Agus Marto menambahkan penyebab lain dari kenaikan subsidi BBM adalah kuota BBM pada tahun ini yang diperkirakan sebesar 40,4 juta kiloliter, tetapi melonjak tajam menjadi 41,9 juta kilo liter hingga akhir tahun.
"Jadi (siang) tadi diskusinya adalah bagaimana program pengendalian BBM bersubsidi di 2012," ujarnya.
Dengan ketiga alasan tadi, Agus Marto menyatakan beban subsidi BBM tahun 2011 menjadi Rp 168 triliun. Angka tersebut juga merupakan tambahan dari kurang bayar subsidi BBM tahun 2010 sebesar Rp 4,5 triliun.
"Untuk yang 2011 sudah dijelaskan kita akan bayarkan yang Rp 168 triliun, sisanya (kelebihan subsidi karena kelebihan kuota) kan dibayarkan di APBN-P 2012," tandasnya.
(nia/dnl)











































