Hal ini disampaikan oleh Anggota Komite Tetap BPH Migas Agus Budiharto di acara diskusi di Menara Kadin soal Migas, Kamis (15/12/2011)
"Disparitas harga yang tinggi akhirnya menimbulkan oknum mulai dari oknum SPBU, oknum pemda dan oknum aparat. Nah itu yang kita temukan. Memang ada daerah-daerah yang kita tidak bisa awasi, ribuan SPBU apalagi kalau mereka operasinya malam, itu yang sulit. Terus terang dengan keterbatasan kita ada penangkapan 1 atau 2 tetapi efek jeranya belum kelihatan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalkan ada truk tanki tiba-tiba belok kemana, atau ada yang aneh misalkan SPBU yang diantri sekian banyak tapi baru berapa jam tiba-tiba habis, kemana itu? Jadi kita minta aparat untuk dilihat dong. Jangan-jangan malam nanti diambil sama oknum itu. Jadi kita minta bantuan karena yang punya power yah aparat," seru Agus.
Untuk mengamankan BBM subsidi tahun depan, pemerintah bertekad akan melakukan pembenahan misalnya soal pembatasan BBM subsidi. Saat ini, lanjut Agus, butuh sosialisasi dan persiapan ke arah pengaturan BBM subsidi tahun depan.
"Tahun depan kita tidak bisa seperti sekarang, harus ada yang dikurangi. Dalam artinya nanti akan dibatasi atau diatur siapa pengguna yang boleh. Itu nanti kira-kira bulan April 2012 akan dimulai. Perpresnya sedang direvisi dan kita harapkan sesegera mungkin," katanya.
Ia memastikan pembatasan BBM subsidi akan terjadi di Jabodetabek yang akan dilanjutkan di seluruh Jawa dan Bali. Bahkan ia berharap kebijakan konkret ini bisa berlaku sebelum 1 April 2011, sehingga diharapkan pada 1 April sudah serentak dilakukan di seluruh Indonesia.
(hen/dnl)











































