Pabrik biodiesel yang 'naas' ini berada di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kab Kampar, Riau. Nasib pabrik tersebut tampaknya bakal sama dengan biodiesel di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang kini terbengkalai meski pada tahun 2008 sudah sempat diuji coba dan sukses.
Kedua pabrik biodiesel berbahan baku CPO ini direncakan akan memproduksi biofuel. Sayangnya, dua pabrik yang dibangun menggunakan anggaran bermiliar-miliar rupiah ini hanya sia-sia belaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikFinance yang pernah meninjau lokasi ini, sama sekali tidak menemui ada aktivitas di sana. Hanya ada satu orang jaga mengawasi pabrik yang terancam menjadi besi tua itu. Dengan tidak aktifnya pabrik ini, sehingga kelapa sawit di kawasan itu hasilnya justru pernah dijadikan bahan baku tuak.
Pabrik ini dibangun pada Januari tahun 2005 silam bekerjasama antara Pemprov Riau dengan Kementrian Risek dan Teknologi saat dijabat Kusmanyo Kardiman. Malah peresmiannya ini dihadiri Menristek dan Gubernur Riau, Rusli Zainal. Pembangunan pabrik yang menelan dana lebih dari Rp5 miliar ini, kini tidak terurus.
Karo Humas Pemprov Riau, Chairul Riski saat dikonfirmasi detikFinance, Kamis (16/12/2011) mengatakan bahwa proyek tersebut ditangani oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang).
Namun Kepala Badan Litbang Riau, Tengku Dahril yang beberapa kali dihubungi tidak bersedia menerima telepon. Pesan singkat juga tidak dijawab.
Pabrik biodiesel ini dulunya dibangun bekerja sama antara pemerintah dengan Ponpes Teknologi Riau. Letak Ponpes ini persis di depan pabrik biodiesel tersebut. Namun sayangnya, hingga kini pabrik tersebut tidak berfungsi.
(cha/qom)











































