Anggota Komite Tetap Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Agus Budiharto mengatakan setiap tahunnya akan ada tambahan 8 juta motor baru, dengan asumsi satu motor mengkonsumsi premium 1 liter artinya ada 8 juta liter untuk satu hari. Sementara itu dengan asumsi satu mobil baru sebanyak 700.000 mengkonsumsi 5 liter per hari maka bisa mencapai 3,5 juta liter per hari.
Ia memastikan jika ini terus tak dikontrol maka kebutuhan kuota BBM subsidi tahun depan bisa mencapai 43 juta kiloliter dengan asumsi rata-rata pertumbuhan kebutuhan 8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun depan mau tidak mau harus ada pembatasan BBM subsidi karena pihak DPR mendesak agar kuota BBM dibatasi 37,5 juta KL dan atau maksimal 40 juta KL.
"Ini berat juga karena itu pengurangan yang kira-kira mencapai hampir 4 juta KL. Hampir 10-15 persen bahkan yang artinya harus ada sebulan yang hematkan, kira-kira 1 bulan tanpa bbm subsidi," katanya.
Rencananya pada tahap awal pembatasan itu akan dimulai pada kendaraan roada empat plat hitam, sementara mobil plat kuning masih dapat. Namun untuk kendaraan sepeda motor belum ada rencana pengaturab.
"Nah nanti misalnya plat kuning dapat tapi belum dibatasi, nah inilah ada kemungkinan penyelewengan. Tetapi sedang dipersiapkan perangkat yang akan mencegah hal itu. Misalkan udah dijalankan RFID, ada smart card kan sehingga nantinya kendaraan umum itu tidak semena-mena beli BBM," katanya.
Bahkan nantinya untuk kendaraan roda empat plat kuning akan ada pembatasannya 30 liter. Sehingga ketika pengendara plat kuning membeli sudah mencapai 30 liter maka alat khusus di kendaraan akan mengunci, sehingga si pengendara tak bisa membeli.
(hen/dnl)











































