Harga BBM Rp 8.000, Pemerintah Bisa Hemat Rp 170 triliun

Harga BBM Rp 8.000, Pemerintah Bisa Hemat Rp 170 triliun

- detikFinance
Jumat, 16 Des 2011 10:23 WIB
Harga BBM Rp 8.000, Pemerintah Bisa Hemat Rp 170 triliun
Jakarta - Bukan rahasia lagi subsidi BBM yang diberikan pemerintah telah menguras anggaran. Namun jika saja harga BBM Rp 8.000 per liter, pemerintah dapat menghemat Rp 170 triliun per tahun.

"Harga Rp 4.500 perliter saat ini sudah menguras kocek negara sebesar Rp 170 triliun, jumlah ini jauh lebih besar dari yang di perkirakan pada awal 2011 yakni sebesar Rp 90 triliun. Dana itu hanya untuk subsidi saja," ujar Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo dalam diskusi migas di Jakarta, Kamis (16/12/2011) malam.

Widjajono mencontohkan, pada 2009 konsumsi BBM untuk transportasi sebanyak 37,2 miliar liter, rumah tangga 4,7 miliar liter, industri 9,8 miliar liter, listrik 8,9 miliar liter dan TNI 0,5 miliar liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besar sekali konsumsinya dan itu baru di 2009, jika harga BBM bersubsidi Rp 8.000 per liter dan bisa mengganti 80% transportasi dengan BBG yang harganya Rp 4.000 per liter setara premium, ini akan menghemat Rp 4.000 per liter atau Rp 119 triliun dari konsumsi BBM pada 2009 tersebut," jelasnya.

Dan jika bisa mengganti 80% bahan bakar untuk memasak dengan LPG seharga Rp.4.000 per liter setara minyak tanah, akan menghemat Rp 4.000 per liter atau Rp 15 triliun. Apalagi kalau dengan gas kota di kota-kota besar akan jauh lebih hemat lagi.

Kemudian kalau bisa mengganti 80% BBM untuk listrik dengan energi lain, negara akan menghemat Rp 5.300 per liter atau Rp38 triliun.

"Sehingga total ada sekitar Rp 170 triliun lebih untuk harga BBM Rp 8.000 per liter. Bayangkan dana tersebut dapat digunakan untuk membangun infrastruktur dan mengembangkan kemampuan Migas dan Energi Nasional serta kemampuan Nasional lainnya yang menciptakan banyak lapangan kerja," tandasnya.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads