"Harga Rp 4.500 perliter saat ini sudah menguras kocek negara sebesar Rp 170 triliun, jumlah ini jauh lebih besar dari yang di perkirakan pada awal 2011 yakni sebesar Rp 90 triliun. Dana itu hanya untuk subsidi saja," ujar Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo dalam diskusi migas di Jakarta, Kamis (16/12/2011) malam.
Widjajono mencontohkan, pada 2009 konsumsi BBM untuk transportasi sebanyak 37,2 miliar liter, rumah tangga 4,7 miliar liter, industri 9,8 miliar liter, listrik 8,9 miliar liter dan TNI 0,5 miliar liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan jika bisa mengganti 80% bahan bakar untuk memasak dengan LPG seharga Rp.4.000 per liter setara minyak tanah, akan menghemat Rp 4.000 per liter atau Rp 15 triliun. Apalagi kalau dengan gas kota di kota-kota besar akan jauh lebih hemat lagi.
Kemudian kalau bisa mengganti 80% BBM untuk listrik dengan energi lain, negara akan menghemat Rp 5.300 per liter atau Rp38 triliun.
"Sehingga total ada sekitar Rp 170 triliun lebih untuk harga BBM Rp 8.000 per liter. Bayangkan dana tersebut dapat digunakan untuk membangun infrastruktur dan mengembangkan kemampuan Migas dan Energi Nasional serta kemampuan Nasional lainnya yang menciptakan banyak lapangan kerja," tandasnya.
(qom/qom)











































