Dana Cost Recovery 2011 Membengkak 12%

Dana Cost Recovery 2011 Membengkak 12%

- detikFinance
Jumat, 16 Des 2011 18:40 WIB
Dana Cost Recovery 2011 Membengkak 12%
Jakarta - Realisasi dana cost recovery atau biaya operasional Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) kegiatan migas 2011 diperkirakan melebihi target pemerintah sekitar 12%. Padahal pemerintah sesuai target APBN-P 2011 hanya menargetkankan US$ 12,3 miliar.

"Jadi realisasinya sekitar 112 persen tapi rasio cost recovery terhadap revenue menurun, karena revenuenya lebih besar, APBN-nya kita capai 106 persen, jadi naik 112 persen tapi rasionya menurun," kata Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R. Priyono saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Sementara untuk produksi minyak, Priyono memastikan tidak akan tercapai mengingat banyaknya masalah yang terjadi dan mengganggu proses produksi. Realisasi diperkirakan 904 ribu barel per hari, sementara target dalam APBN-P 2011 sebesar 945 ribu barel per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi produksi itu rata-rata per tahun sebesar 904 ribu barel per hari, tahun depan 945 ribu bph. Tahun ini karena banyak masalah, seperti terbakarnya kapal Lentera Bangsa dan masalah teknis, terbakar, dan lain-lain," pungkasnya.

Berdasarkan data BP Migas selama 6 bulan 2011 saja pemerintah telah membayarkan biaya cost recovery sebesar US$ 7,1 miliar kepada KKKS. Realisasi tersebut sudah mencapai 57% dari cost recovery yang ditargetkan tahun ini sebesar US$ 12,3 miliar.

Dibandingkan dengan tahun lalu, biaya cost recovery yang dikeluarkan kurang lebih sama. Cost recovery yang harus dibayar memang selalu lebih besar di semester awal disebabkan adanya kegiatan eksplirasi atau produksi yang dikejar pada awal tahun.

Untuk diketahui, biaya cost recovery tersebut dibagi dalam pengeluaran belanja modal (capital expenditure) dan operasional (operational expenditure). Belanja modal biasanya dipakai untuk kegiatan teknis produksi misalnya pengeboran sumur , pemasangan pipa, dan lainnya.

Sedangkan biaya operasional dipakai untuk memenuhi kebutuhanpengeluaran operasional untuk keperluan rutin perusahaan. Misalnya, gaji pegawai, sewa gedung, dan lainnya.


(nia/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads