Perusahaan Patungan Medco-Pertamina Ngebor 3 Sumur Minyak di Tiaka

Perusahaan Patungan Medco-Pertamina Ngebor 3 Sumur Minyak di Tiaka

- detikFinance
Jumat, 16 Des 2011 19:03 WIB
Perusahaan Patungan Medco-Pertamina Ngebor 3 Sumur Minyak di Tiaka
Surabaya - Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB PMTS) akan mengebor 3 sumur lagi di tahun 2012, dari penambahan 5 sumur minyak di Lapangan Tiaka. Selain itu, juga akan melakukan survei seismik 3D di Lapangan Gas Senoro.

"Untuk penambahan 5 sumur minyak di Lapangan Tiaka, kita komitmen 3 sumur dulu mulai tahun depan," ujar General Manager JOB PMTS, Indra Prasetya kepada wartawan di sela acara Vendor day and signing ceremony di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jumat (16/12/2011).

Indra Prasetya menerangkan, untuk pemboran terintegrasi (Integrated Project Management/IPM) pihaknya menekan kontrak pemboran dengan PT Asia Petrocom Services. Nilai investasi pemboran 5 sumur di Lapangan Tiaka Sulawesi Tengah itu sebesar US$ 60,35 juta atau sekitar Rp 548,58 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan PT Elnusa Tbk untuk survei seismik 3D di Lapangan Gas Senoro, dengan luas sekitar 128 km2 (onshore) dan di wilayah perairan (offshore) sekitar 12 mil dari daratan. Nilai investasi survei ini sekitar US$ 7,7 juta atau sekitar Rp 69,99 miliar.

"Penandatanganan ini merupakan realisasi dari komitmen JOB PMTS untuk terus meningkatkan produksi minyak dan gas di Blok Senoro-Toili, Sulawesi Tengah," terangnya.

Sumur di Lapangan Tiaka setiap harinya menghasilkan sekitar 1.500 sampai 1.600 barel minyak. Dengan adanya sumur baru, diharapkan setiap sumurnya dapat menghasilkan minyak sekitar 700 barel per hari.

"Mudah-mudahan Maret 2012 mulai pengeboran. Juni ada penambahan dan 3 bulan lagi ada penambahan sumur lagi," jelasnya.

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penandatangan kontrak kerjasama antara PT Asia Petrocom Services dengan BNI yang memberikan fasilitas pendanaan.

"Kita memberikan fasilitas pendanaan sekitar US$ 50 juta. BNI berkomitmen terus mendukung perkembangan industri pertambangan, khususnya migas di Indonesia sebagai industri strategis yang bermanfaat luas bagi banyak pihak," ujar Business Banking Director Bank BNI, Krishna Suparto.

Sementara itu, Direktur PT Asia Petrocom Services, Eddy mengaku cukup bangga mendapatkan kucuran dana dari BNI. "Dana kami US$ 27 juta. Kami akan komitmen memberikan yang terbaik," jelasnya.

(roi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads