Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendy Simbolon meminta Bali untuk menindaklanjuti masalah pemborosan dan subsidi listrik di Bali harus dikurangi.
Effendy mengatakan hasil pemeriksaan BPK pemborosan subsidi terjadi karena delapan unit pembangkit yang salah satunya berada di Bali menggunakan BBM dan menghabiskan Rp 3,9 triliun sedangkan jika menggunakan gas hanya Rp 2,2 triliun. "Dengan demikian terjadi ketidakhematan mencapai Rp 1,6 triliun, atau peningkatan di unit pembangkit listrik di Bali lebih dari 100% di tahun 2010," kata Effendy dikutip dari situs DPR, Sabtu (17/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisi VII berusaha mencarikan jalan keluarnya. Salah satunya dengan melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Bedugul.
Sementara Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menjelaskan konsumsi listrik di Bali saat ini mencapai 785 KWH per kapita per tahun. Sementara jumlah penduduk Bali sebanyak 3,9 juta jiwa. "Diperkirakan kebutuhan listrik di Bali akan mencapai 1.095 MW pada tahun 2015, sekarang ini masih 500 MW. Ini harus diantisipasi," kata Mangku Pastika.
Mangku Pastika juga menjelaskan rasio penggunaan listrik di Bali masih 75%. Terkait persetujuan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Bedugul, Mangku Pastika mengaku belum memberikan keputusan apakah setuju atau tidak.
"Saya belum berada pada posisi mengambil keputusan karena ingin mendengarkan semua pihak. Karena nanti ujungnya di saya," kata Mangku Pastika. Lebih lanjut Pastika menjelaskan pembangkit listrik panas bumi Bedugul sudah dua kali ditolak rekomendasinya. Karena itu dirinya akan meminta masukan semua pihak," katanya.
(dnl/dnl)










































