VP Corporate Communication Pertamina M. Harun mengatakan, salah satu yang membuat Pertamina rugi menjual BBM subsidi adalah karena penolakan kenaikan alpha penjualan BBM subsidi oleh DPR.
Seperti diketahui, Komisi VII DPR memutuskan alpha BBM bersubsidi dalam APBN-P 2011 tidak mengalami perubahan atau tetap Rp 595,46 per liter. Sementara harga minyak ternyata di atas asumsi dalam APBN.
"Pemerintah menetapkan harga minyak mentah US$ 90/barel namun pada kenyataanya gejolak harga minyak dunia yang rata-rata US$ 111/barel. Ini yang membuat Pertamina rugi," kata Harun di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), di kantor pusat Pertamina, Senin (19/12/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun rugi triliunan rupiah, prognosa perolehan laba Pertamina pada 2011 tetap naik 23,4% dibandingkan pencapaian laba tahun 2010 yakni sebesar Rp 16,78 triliun," kata Harun.
Untuk elpiji non subsidi 12 kg dan 50 kg, Pertamina tidak diizinkan untuk menaikkan harganya meskipun perusahaan migas plat merah ini sudah menjual rugi.
Pertamina sempat meminta kepada DPR dan Pemerintah supaya dapat menaikkan harga elpiji 12 kg dan 50 kg mengingat Pertamina masih menjual barang tersebut dengan harga di bawah keekonomian.
(dnl/hen)











































