"Berdasarkan peraturan menteri (Permen) ESDM no 19/2010, tentang pemanfaatan gas bumi untuk bahan bakar gas yang digunakan untuk transportasi, pemerintah menunjuk Palembang sebagai 'pilot project' konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG)," kata Dirjen Kementerian ESDM, Evita Legowo, di Kantor Walikota Palembang, Rabu (21/12/11).
Untuk tahap awal pemerintah akan memberikan 200 konverter kit (alat yang dapat mengubah kendaraan konsumsi minyak ke gas) secara gratis dan ditambah pemasangan dan perawatan selama 5 tahun gratis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahap awal ungkap Evita, alokasi pasokan gas masih dipasok PT Medco E&P sebesar 0,5 mmscfd dan 0,1 mmscfd untuk pasokan rumah tangga.
"Saat ini untuk pasokan SPBG masih dari PT Medco, sementara Pertamina nantinya juga akan kami tugaskan seiring berkembangnya infrastruktur dan jumlah angkot di Palembang," terangnya.
Ditambahkan Evita, program ini akan terus berjalan, dan mulai akhir 2012 program konversi ini akan semakin digalakkan hingga nantinya secara nasional menerapkan program ini.
"Dari alokasi awal untuk program ini sebesar Rp 900 miliar, namun itu untuk infrastruktur seperti BBG dan converter kit. Namun perkembangannya berubah, saat ini alokasi dana itu khusus untuk converter kit saja yang gratis diberikan untuk angkutan umum selama 5 tahun, sedangkan untuk kendaraan pribadi masih dicari bentuk subsidi yang bagaimana untuk program konversi ini," paparnya lagi.
Menurut Walikota Palembang Eddy Santana Putra, sebelumnya pihaknya sudah menerapkan program ini sebanyak 600 konverter kit untuk kendaraan umum.
"Namun banyak kendala di lapangan, mulai banyaknya kendaraan yang menggunakan solar sehingga cukup sulit untuk mengkonversinya, serta minimnya infrastruktur yakni baru hanya ada 1 SPBG," ungkap Eddy.
(hen/hen)











































