Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno menyatakan dalam APBN 2012 pihaknya ingin menyumbang penerimaan negara Rp 310 triliun. Dari jumlah itu, dari pajak migas dan non migas ditargetkan Rp 111 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 199 triliun.
"Kemarin sudah diserahkan Daftar Isian perencanaan Anggaran (DIPA) ke Kementerian ESDM. Dalam APBN 2012, Kementerian ESDM ditargetkan memberikan penerimaan sebesar Rp 310 triliun," ujarnya dalam acara penyerahan DIPA Kementerian ESDM di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (21/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari kontribusi anggaran tadi hanya 5% dibandingkan kontribusi penerimaannya," ujarnya.
Waryono menyebutkan alokasi sumber anggaran tersebut terdiri dari Rp 14,33 triliun rupiah murni, PNBP sebesar Rp 1,46 triliun, dan hibah sebesar Rp 15,5 miliar. Dari anggaran yang dialokasikan tersebut, lanjutnya, akan dialokasikan guna mendukung program ketenagalistrikan.
"Dari total belanja modal Rp 9,18 triliun dialokasikan untuk program ketenegalistrikan," pungkasnya.
Adapun detil alokasi anggaran Kementerian ESDM tersebut adalah:
- Belanja pegawai Rp 598 miliar atau naik 3,8%
- Belanja barang Rp 3,86 triliun atau 24,4%
- Belanja modal Rp 11,35 triliun atau 71,8%











































