Demikian diungkapkan oleh Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam Seminar Nasional mengenai konsep ideal pengelolaan migas yang diadakan oleh Pekerja Hulu Pertamina, Kamis (22/12/2011).
"Untung Pertamina banyak buat lapangan golf, gedung, dan macam-macam lagi, bahkan Pertamina sering asik mengurus perusahaan asing sehingga makin tak fokus," ujar Kalla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Shell, Petronas dan perusahaan minyak yang lain, untungnya besar dikarenakan mereka bukan menjual minyak tapi sangat fokus mencari minyak," katanya.
Diceritakan Kalla, yang paling diherankannya adalah saat dirinya menjabat menjadi Wapres dimana ketika itu Lapangan Natuna yang kaya minyak sempat akan diambil perusahaan asing. Kalla menegaskan dirinya menolak dan memberikan sepenuhnya kepada Pertamina.
"Tapi Pertamina-nya sendiri yang terkesan ragu ambil Natuna," ujarnya.
"Apa sih yang kurang?, apa sih yang tidak mampu?, modal bisa dicari, teknologi bisa dibeli, skill bisa disewa. Yang kurang cuma semangat yang tidak ada didiri kita," imbuhnya.
Oleh karena itu, Kalla meminta Pertamina lebih fokus untuk mencari minyak dan lapangan maupun temuan baru jangan sampai diambil asing.
"Contohnya saja, Petronas dulu belajar ke Indonesia (Pertamina), tapi perbedaannya saat ini mereka jauh lebih besar, hal ini dikarenakan mereka punya semangat dan fokus mencari minyak, bukan menjual minyak," tandas Kalla.
(dru/ang)











































