Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan, hingga 22 Desember 2011 atau H-3 menjelang Natal konsumsi Premium telah mencapai 24,82 juta KL.
"Padahal, kuota Premium dalam APBN-P 2011 hingga akhir tahun ditetapkan sebanyak 24,5 juta KL," ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (24/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Maluku Utara dan Papua merupakan dua daerah yang memiliki tingkat penyerapan kuota yang paling rendah, yaitu 96,9% dan 96,6%.
Sementara konsumsi solar pada periode yang sama sudah melampaui kuota 0,5%. Konsumsi solar secara nasional telah mencapai 14,13 juta KL, sedangkan kuota yang ditetapkan dalam APBN-P 2011 mencapai 14,06 juta KL.
Banten melampaui kuota terbesar, yaitu 3,9% disusul Nusa Tenggara Timur 2,9%, Maluku Utara 2,9%, Bengkulu 2,5%, dan Kalimantan Tengah 2,3%. Papua Barat tercatat sebagai daerah penyerap kuota BBM bersubsidi paling rendah, yaitu 89,3%.
(ang/ang)











































