"Selama masih ada jarak harga atau disparitas subsidi dan nonsubsidi pasti ada penyelundupan," ujar Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Satya W Yudha kepada detikFinance, Minggu (25/12/2011).
Menurut Satya, hal tersebut disebabkan sistem yang belum menegaskan adanya larangan penggunaan BBM bersubsidi bagi kendaraan berplat hitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi dengan diberlakukannya Radio Frequency Identity (RFID), Satya yakin penyelundupan tersebut dapat dihindari.
"Kalau ada RFID maka yang punya kartu RFID saja yang dapat BBM bersubsidi dan begitu jatahnya habis maka harus membayar harga keekonomian dari BBM itu," tegasnya.
Sistem ini, lanjut Satya, juga dapat mengurangi tindakan menyimpang yang terjadi di masyarakat, seperti adanya sopir pribadi nakal yang tidak membelikan Pertamax untuk mobil majikannya.
"Kalau pakai RFID pasti tidak ada lagi miss behaviour seperti itu, tapi kalau kendaraan plat hitam masih boleh menggunakan Premium dengan subsidi pemerintah sebagian atau dengan harga keekonomian, miss behaviour tersebut masih bisa terjadi, tapi itu tidak lagi merugikan negara, tidak akan menambah anggaran subsidi negara, itu urusan dia dengan majikannya, kalau sekarang, saat belum ada pembatasan, memang tindakan itu merugikan," pungkasnya.
(nia/dru)











































