"Capex tahun depan Rp 69 triliun. Ini investasi di 2012," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji di kantor Kementerian BUMN, Jalan Mendan Merdeka Selatan, Selasa (27/12/2011).
Investasi pembangkit tahun depan mencapai Rp 27,3 triliun, kemudian pengembangan jaringan distribusi Rp 12,6 triliun dan sisanya sarana prasana Rp 9,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pamudji menerangkan, sumber investasi tahun depan diantaranya dari kas PLN Rp 33,64 triliun. Juga terdapat dana pinjaman bank termasuk kemungkinan adanya global bonds Rp 16,7 triliun.
"Anggaran PLN digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik dan evaluasi fast track program (FTP) tahap I dan penguatan sistem kelistrikan transmisi," ucapnya.
Sumber lain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 8,9 triliun. "Ada pula penerusan pinjaman berupa Subsidiary Loan Agreement (SLA) Rp 9,8 triliun. SLA merupakan pinjaman yang dilakukan pemerintah, dan diteruskan kepada BUMN," tuturnya.
Sedangkan belanja operasional, perseroan mengalokasikan dana Rp 191,2 triliun. Dana digunakan untuk belanja bahan bakar dan pelumas, pembelian tenaga listrik dan sewa pembangkit, pemeliharaan, kepegawaian, penyusutan dan administrasi.
(wep/hen)











































