Ketiga PLTU tersebut antaralain PLTU 1 Banten-Suralaya kapasitas 1x625 MW, PLTU 3 Banten-Lontar unit 1 kapasitas 1x315 MW dan PLTU Tanjung Jati B (Jepara) ekspansi unit 3 kapasitas 1x660 MW.
"Dua PLTU pertama yang diresmikan hari ini merupakan bagian dari proyek percepatan (fast track program) 10.000 MW tahap 1," ujar Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji, di acara Peresmian Pengoperasian PLTU 1 Banten-Suralaya (1x625 MW), Rabu (28/12/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dioperasikannya PLTU tersebut akan secara signifikan menambah pasokan listrik ke sistem interkoneksi Jawa Bali sehingga meningkatkan keandalan sistem," ujarnya.
Pamudji bilang, apalagi saat ini beban puncak rata-rata di sistem kelistrikan Jawa Bali mencapai sekitar 19.700 MW. "Dengan beroperasdinya tiga pembangkit ini, maka sapai akhir tahun 2011 daya tampung di sistem Jawa Bali menjadi 23.000 MW," ungkapnya.
Disamping itu,menurutnya pembangunan PLTU juga merupakan upaya diversifikasi pembangkit non BBM sehingga biaya pokok penyediaan listrik menjadi lebih murah.
"Dengan penggunaan batubara. Ketiga PLTU ini akan secara signifikan menghemat biaya bahan bakar sebesar Rp 19,9 triliun per tahun jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar minyak," jelasnya.
Pengerjaan ketiga proyek tersebut diklaim menyerap tenaga kerja lebih dari 15.000 orang.
(hen/hen)











































