SBY Bermimpi RI Pasok Energi untuk Masyarakat Global

SBY Bermimpi RI Pasok Energi untuk Masyarakat Global

- detikFinance
Rabu, 28 Des 2011 16:47 WIB
SBY Bermimpi RI Pasok Energi untuk Masyarakat Global
Cilacap - Presiden SBY berharap secara perlahan Indonesia bisa memasok energi ke masyarakat global. Hal ini selain bisa menentukan harga energi dunia juga memberikan keuntungan bagi Indonesia.

"Total produksi energi kita harus semakin besar untuk bisa memenuhi keperluan rakyat kita, dan manakala lebih bisa disumbangkan ke masyarakat global melalui perdagangan dan output akan menguntungkan kita," kata Presiden SBY dalam acara peresmian 3 PLTU, di Cilacap, Rabu (28/12/2011)

Ia mengatakan saat ini Indonesia telah mampu memproduksi minyak, gas dan batubara setara 6 juta barel per hari. Angka tersebut sudah termasuk besar jika dibandingkan dengan negara-negara yang

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya pemerintah akan meningkatkan produksi energi dan harus bisa mendistribusikan dengan efisien dan tepat. Caranya dengan membangun sistem distribusi dan penyimpanan yang bagus

"Disamping itu kita ingin ada keterjangkauan harga, harga ini tak bisa ditentukan oleh Indonesia sendiri, pengalaman membuktikan, harga pangan dan energi ditentukan oleh perekonomian global itu lah realitas yang kita hadapi," katanya.

Dikatakannya dengan peran Indonesia bisa menghasilkan energi berlebih bagi masyarakat global maka akan bisa mempengaruhi harga energi global. Ia mencontohkan saat ini harga minyak dunia cenderung naik turun karena permainan perdagangan minyak yang imbasnya sangat buruk bagi perekonomian negara lain maupun Indonesia.

"Ini lah kritik kita pada kapatalisme global," katanya.

SBY juga mengingatkan penduduk dunia yang saat ini mencapai 7 miliar orang akan membengkak menjadi 9 miliar orang di tahun 2045. Peningkatan ini akan berimbas pada naiknya permintaan pangan maupun energi global.

"Sampai tahun 2045 di seluruh dunia perlu tambahan komoditas pangan 70% dan komoditas energi 60% ini menunjukan bahwa energi semakin penting," katanya.


(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads