Menteri ESDM Jero Wacik ingatkan agar para perusahaan ini mencegah penyelewengan dan penyelundupan BBM subsidi termasuk ke luar negeri.
Ia juga mengharapkan keempat bandan usaha yang ditunjuk tersebut dapat menyuplai kebutuhan BBM, dan tidak ada lagi kelangkaan BBM didaerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menjelaskan keempat badan usaha tersebut yakni PT Pertamina (Persero), PT Petronas Niaga Indonesia, PT Surya Parna Niaga (SPN) dan PT AKR Corporindo Tbk.
Diungkapkan Tubagus, keempat badan usaha tersebut nantinya akan menyalurkan BBM PSO sebanyak 37,5 juta KL pada 2012. "Rinciannya 21,9 juta KL untuk Premium, Minyak Tanah 1,7 juta KL dan Solar 13,9 juta KL," kata Tubagus.
Tetapi hanya PT Pertamina yang akan mendistribusikan seluruh jenis BBM subsidi yang diamanatkan pemerintah. "Sementara AKR hanya untuk kebagian 112 BBM PSO dengan rincian 90 ribu KL solar dan sisanya 22 ribu KL untuk Premium. SPN kebagian 34.000 KL hanya untuk solar, sedangkan Petronas hanya 20.000 KL premium," ungkapnya.
Ditambahkannya, sedangkan penugasan 3 (tiga) pendamping (Petronas, SPN dan AKR) berada di luar pulau Jawa dan Bali.
"Hal ini dimaksudkan untuk mengisi daerah-daerah atau titik yang selama ini belum terdapat pelayanan pendistribusian BBM bersubsidi," ujarnya.
(hen/hen)











































