Petronas Cs Jual BBM Subsidi Pasti Untung

Petronas Cs Jual BBM Subsidi Pasti Untung

- detikFinance
Sabtu, 31 Des 2011 13:24 WIB
Jakarta - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono yakin kalau tiga badan usaha yang ditunjuk menjadi pendamping PT Pertamina (persero) dalam mendistribusikan BBM Bersubsidi, pasti akan mendapatkan untung besar.

"Ketiganya pasti untung besarlah kalau jual BBM bersubsidi. Beda dengan Pertamina, karena Pertamina dibebani beban yang sangat besar oleh Pemerintah untuk mendistribusikan BBM bersubsidi sampai ke plosok daerah dan harganya harus sama," ujar Tubagus kepada detikFinance, Sabtu (31/12/11).

Seperti diketahui PT Aneka Kimia Raya (AKR) Corporindo Tbk, PT Petronas Niaga Indonesia dan PT Surya Parna Niaga ditetapkan oleh BPH Migas sebagai Pendamping PT Pertamina untuk menyediakan dan mendistribusikan BBM bersubsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 39 Badan Usaha, 19 hadir mengikuti penjelasan umum dan hanya 11 badan usaha yang mengambil dokumen penjelasan. Selain empat badan usaha tadi ada juga Petrochina, Total, Katulistiwa Raya Energi, Shell dan lainnya," ungkap Tubagus.

Namun Komite BPH Migas menilai hanya empat badan usaha yang dinilai siap dan mempunyai kelengkapan fasilitas yang cukup. "Kita Rapat samapi jam 03.00 guna memutuskan empat badan usaha yang bisa mendistribusikan BBM bersubsidi," katanya.

Yang jelas kata Tubagus, pihaknya meminta kepada tiga bada usaha tersebut menjaga alfa di bawah rata-rata nasional yakni Rp 570.

"Alfa tiap-tiap daerah pasti berbeda, misalnya Lombok Rp 754, Tangsel (Tangerang Selatan), dan lainnya pasti lebih tinggi alfanya. Tapi kami minta alfa nya harus di bawah alfa nasional yakni Rp 570," tandas Tubagus.

Sebelumnya, PT Pertamina mengaku pada 2011 mengalami kerugian ketika menjual BBM Bersubsidi. "Pemerintah menetapkan harga minyak mentah US$ 90 per barel namun pada kenyataanya gejolak harga minyak dunia yang rata-rata US$ 111 per barel. Ini yang membuat Pertamina rugi," kata VP Corporate Communication Pertamina, Mochamad Harun, beberapa hari lalu.

Diungkapkan Harun selama 2011 Pertamina mengalami kerugian sebesar Rp 640 miliar ketika menjual BBM subsidi dan rugi Rp 4,9 triliun ketika menjual elpiji non subsidi.

(wep/wep)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads