Menurut Direktur Keuangan ENRG, Didit Ratham, dana akuisisi tidak menjadi persoalan bagi perseroan. Pasalnya perseroan mengajak mitra stategis selaku pemilik dana, dan kemudian keuntungan akan terbagi merata.
"2012 akan ada lagi akuisisi. Kalau bisa yang sudah produksi. Namun belum bisa disebutkan. Kita dalam melakukannya dengan strategic partner, sama seperti blok ONWJ. Kita 51%, partner 49%. Partner sebagai pendanaan," terang Didit di Jakarta, Sabtu (31/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ONWJ, diakui Didit, merupakan blok lama dan telah berproduksi hingga kini. Rata-rata produksi blok tersebut mencapai 62 ribu barel ekuivalen per hari (boe). Dengan kepemikikan saham tersebut, perseroan mendapat jatah sekitar 12.000-13.000 boe
Tambahan produksi migas ini, tentu menambah mengkonsolidasi produksi perseroan. "Jadi ada revisi produksi tahun depan, menjadi 61 ribu boe, dari proyeksi sebelumnya 49-50 ribu boe," tuturnya.
Selain akuisisi, ENRG di 2012 juga akan mengoptimalisasi produksi pada blok yang telah mereka miliki. Dana US$ 150 juta dari kas internal telah disiapkan guna mengoptimalisasi produksi tahun depan.
"Tahun depan kita fokus di produksi, meski proyek eksplorasi sangat menarik," tegas Didit.
(wep/wep)











































