Juru bicara Exxon mengatakan, Kamar Dagang Internasional atau International Chamber of Commerce (ICC) telah menyatakan BUMN perminyakan Venezuela, PDVSA memiliki kewajiban kontraktual kepada Exxon Mobil.
"ICC menghargai (nilai kewajiban) sebesar US$ 907.588.000," jelas juru bicara Exxon dalam emailnya seperti dikutip dari Reuters, Senin (2/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Exxon sebelumnya meminta kompensasi hingga US$ 10 miliar untuk proyek di Ocinoco yang dinasionalisasi oleh Presiden Chavez. Nilai kewajiban tersebut juga hanya kurang dari kompensasi yang ditawarkan Venezuela pada September senilai US$ 1 miliar.
Sebagai tambahan dari klaim ICC, Exxon juga telah mengajukan arbitrase ke International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) untuk isu yang sama. Juru bicara Exxon mengatakan kasus itu akan diperdebatkan pada bulan depan meski tanggalnya belum dipastikan.
Venezuela kemungkinan juga akan menghadapi arbitrase lain untuk nasionalisasi proyek Cerro egro dan lusinan klaim tertunda dari perusahaan-perusahaan minyak besar seperti ConocoPhillips karena sejumlah nasionalisasi yang besar.
Keputusan ICC tersebut berarti mendekati nilai investasi Exxon untuk proyek tersebut sekitar US$ 750 juta. Namun Exxon berkali-kali menegaskan minta kompensasi untuk kenaikan nilai proyek tersebut.
"Exxon mengambil risiko ketika mereka ingin masuk. Saya yakin mereka mengharapkan lebih dari hanya sekedar membuat uang mereka kembali," ujar Russ Dallen, kepala pialang obligasi di Caracas Capital Markets.
(qom/hen)











































