Hal tersebut diungkapkan Agus di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (2/1/2011).
"Tentu bagi pemilik mobil pribadi harus persiapkan diri dari sekarang dan yang kami rekomendasi bagi masyarakat yang berpenghasilan terbatas. Yang mempunyai kendaraan pribadi itu harus memikirkan program penghematan atau program mengonversi kendaraannya dengan energi gas atau LGV yang tentu pemerintah akan merespon dalam waktu dekat," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mengarah ke Jawa Bali dibatasi untuk kendaraan roda 4 plat hitam. Yang lain masih diperkenankan menggunakan premium," ujarnya.
Sedangkan dari aspek anggaran, Agus Marto mengharapkan dengan pembatasan BBM tersebut dapat meringankan tekanan anggaran untuk subsidi.
"Kalau tidak dilakukan pembatasan, kita akan khawatir dengan APBN. Kita ingin subsidi tepat sasaran, bukan satu subsidi yang sifatnya umum tetapi kita harapkan ada upaya agar subsidi jadi terarah," paparnya.
Pasalnya, lanjut Agus Marto, tekanan harga minyak diperkirakan masih cukup besar. Untuk tahun 2011 lalu, harga ICP yang diperkirakan USD 90 per barel, tetapi realisasinya mencapai Rp 110 per barel.
"Kalau tidak dikendalikan, kemungkinan melampaui pagu sangat besar, jadi memang dikendalikan," pungkasnya.
(nia/ang)











































