Harga Minyak RI di Desember 2011 Turun Tipis US$ 2,24/Barel

Harga Minyak RI di Desember 2011 Turun Tipis US$ 2,24/Barel

- detikFinance
Selasa, 03 Jan 2012 10:04 WIB
Harga Minyak RI di Desember 2011 Turun Tipis US$ 2,24/Barel
Jakarta - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) di Desember 2011 mencapai US$ 110,7 per barel atau turun US$ 2,24 per barel dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 112,52 per barel.

Sedangkan harga Minas/SLC mencapai US$ 112,52 per barel, turun US$ 3,52 per barel dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 116,04 per barel.

Demikian pengumuman Tim Harga Minyak Indonesia yang dikutip dari Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Selasa (3/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar Internasional yang diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu negara-negara OPEC setuju untuk meningkatkan kuota produksinya menjadi 30 juta barel per hari, sentimen negatif atas pertumbuhan ekonomi dunia akibat krisis finansial zona Eropa, dan recovery produksi minyak Libya berlangsung lebih cepat dengan tingkat produksi telah mencapai 0,55 juta barel per hari.

Selain itu, proyeksi permintaan minyak global di 2011 menunjukkan penurunan dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya berdasarkan publikasi IEA (International Energy Agency), EIA (Energy Information Administration), dan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) di Desember 2011 yaitu:


  • IEA merevisi permintaan minyak global di 2011 menjadi 89 juta barel per hari atau turun 0,16 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya, akibat memburuknya perekonomian global dan tingginya harga minyak saat ini.
  • EIA merevisi permintaan minyak global di 2011 menjadi 88,1 juta barel per hari atau turun 0,1 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya, akibat turunnya konsumsi minyak negara-negara OECD.
  • OPEC merevisi permintaaan minyak global di 2011 menjadi 87,8 juta barel per hari atau turun 0,02 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya, akibat kondisi ekonomi yang buruk dan melemahkan aktivitas manufaktur global.
"Faktor lain yang mempengaruhi penurunan harga minyak dunia adalah menguatnya dolar AS khususnya terhadap euro menjadikan komoditas minyak menjadi lebih mahal sehingga menurunkan permintaan minyak di kawasan Eropa," jelas laporan tersebut.

Walaupun harga cenderung mengalami penurunan, namun masih tetap tinggi (di atas US$ 110 per barel) bahkan khusus WTI mengalami kenaikan dibanding di November 2011 yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu ancaman embargo negara-negara Barat atas minyak Iran akibat isu nuklir.
Sehingga Iran mengancam akan memblokade Selat Hormuz yang merupakan perairan penting perdagangan minyak dengan volume minyak mentah yang melewati selat tersebut sebesar 15 juta barel per hari dan peningkatan konsumsi minyak mentah akibat membaiknya perekonomian AS serta penurunan stok minyak mentah.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional di Desember 2011 dibandingkan November 2011, sebagai berikut:


  • WTI (Nymex) naik US$ 1,4 per barel dari US$ 97,18 per barel menjadi US$ 98,58 per barel.
  • Brent (ICE) turun US$ 2,77 per barel dari US$ 110,49 per barel menjadi US$ 107,72 per barel.
  • Tapis (Platts) turun US$ 1,44 per barel dari US$ 117,26 per barel menjadi US$ 115,82 per barel.
  • Basket OPEC turun US$ 2,71 per barel dari US$ 110,08 per barel menjadi US$ 107,37 per barel.
(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads