Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo ketika ditemui di Kantor Menteri Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (3/1/2012).
"Mistubishi akan bertemu dengan saya segera untuk membicarakan pengolahan batubara menjadi gas. Mereka rencananya membangun pabrik di Sumatera nantinya," kata Widjajono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka jual US$ 10 sen per kwh. Itu kan bisa murah sekali," ungkapnya.
Dikatakan Widjajono, gas tersebut nantinya akan dikirim melalui pipa yang sudah ada ke Pulau Jawa.
Kilang pengolahan Pengganti Gas Alam (Substitute Natural Gas/SNG) direncanakan selesai, dan mulai beroperasi di 2017.
"Indonesia memiliki cadangan batubara yang besar dengan kelembaban tinggi, dan kandungan energinya sedikit, sehingga sulit untuk dimanfaatkan. Mitsubishi bisa memanfaatkannya," jelasnya.
Hal ini dilakukan juga, sambung Widjajono karena batubara jenis ini bisa menggantikan produksi minyak bumi Indonesia semakin turun karena digunakan untuk suplai listrik.
"Saat ini produksi batubara kita melimpah namun 80% untuk ekspor. Kalau dipakai konversi kan bagus itu. Batubara bisa diubah jadi gas," jelas Widjajono.
(dru/dnl)











































